Perubahan Algoritma Baru Google Tahun 2021

Perubahan Algoritma Baru Google Tahun 2021

Perubahan Algoritma Baru Google di Tahun 2021 adakah? mungkin banyak yang bertanya-tanya mengenai perubahan algoritma Google di tahun 2021. Banyak yang khawatir mengenai perubahan algoritma google di tahun depan, yang mempengaruhi situs website merek.

Berikut kami buatkan artikel mengenai “Perubahan Algoritma Baru Google Tahun 2021 yang bisa anda jadikan referensi untuk website Anda. Silahkan baca lebih lanjut di bawah ini mengenai perubahan algoritma baru Google tahun 2021.

Google baru saja mengumumkan bahwa sebuah algoritma baru akan diluncurkan tahun depan. Dari search engine land dituliskan bahwa ini akan menjadi update algoritma “page experience”. Jika Google melakukan pengumuman update atau penambahan algoritma baru jauh sebelum peluncuran algoritma tersebut maka biasanya itu akan menjadi algoritma yang akan sangat mempengaruhi peringkat di hasil pencarian.

Tujuan dari pemberitahuan yang lebih cepat beberapa bulan ini biasanya ditujukan agar pemilik website bisa menyesuaikan websitenya dengan tuntutan algoritma terbaru nanti. Oleh karena update kali ini tentang page experience maka banyak praktisi SEO yang beranggapan bahwa update kali ini akan memantau kecepatan mobile friendly safe browsing https elemen yang mengganggu tampilan dan sekarang juga akan memantau pergeseran tata letak di dalam halaman.

Jadi di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dari kondisi website kita saat ini untuk memastikan website kita siap untuk menghadapi algoritma baru Google di tahun 2021.

 

Lebih jelasnya silahkan membaca penjelasan dari masing-masing sinyal di bawah ini:

 

  • Waktu Muat yang dimaksud dengan waktu muat di sini adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan tampilan penuh pada layar.
  • Waktu Respon yang dimaksud dengan waktu respon ini adalah waktu yang diperlukan oleh website anda untuk memberikan respon pertama sejak pengguna mengklik link atau memasukkan alamat web anda ke browser.
  • Jumlah Pergeseran Tata Letak adalah penilaian seberapa stabil tampilan halaman anda. Apakah ada pergeseran konten di saat-saat tertentu? Apakah anda pernah mau mengklik suatu link dan tiba-tiba layar bergeser sehingga anda mengklik yang lain? Nah faktor ini mengukur kejadian seperti itu….
  • Mobile Friendly adalah seberapa baik website anda menyesuaikan tampilannya dengan layar gadget pengunjung.
  • Safe Browsing adalah penilaian apakah halaman website anda memuat malware atau sesuatu yang bisa membahayakan dan merugikan pengunjung dari Google.
  • Https adalah faktor protokol telekomunikasi yang ditujukan untuk keamanan transfer data antar server anda dengan browser pengunjung.
  • Elemen menutupi konten adalah segala sesuatu yang ditampilkan di atas teks utama sehingga menghalangi pembaca untuk melihat artikel.

Kurang lebih ini adalah faktor-faktor yang harus dibenahi untuk menghadapi algoritma google yang akan datang di tahun 2021 nanti.

Sebenarnya praktisi SEO sudah cukup terbiasa dengan faktor-faktor ini karena sudah dari tahun yang lalu faktor user experience ini menjadi pembahasan di komunitas SEO. Namun algoritma yang benar-benar melakukan pengukuran untuk semua faktor ini memang masih dalam proses pengembangan.

Untuk faktor waktu muat penuh biasanya kita menetapkan batasan 25 detik. Sedangkan untuk faktor waktu respon server biasanya kita berharap itu di bawah 01 detik.

Yang perlu menjadi perhatian dari update algoritma baru ini adalah jumlah pergeseran tata letak yang tampil di layar yang menilai kestabilan tampilan. Google mengatakan bahwa nilai pergeseran yang diterima adalah di bawah 01. Halaman dengan tampilan yang stabil seperti ini dianggap menyenangkan untuk dibaca.

Untuk membantu anda menilai apakah website anda sudah memenuhi sinyal inti dari page experience ini maka anda bisa menggunakan pagespeed insight tool. Tampilan dari hasil pengecekan akan terlihat seperti di bawah ini.

Banyak praktisi yang beranggapan bahwa algoritma terbaru Google ini tidak akan berdampak luas karena beberapa faktornya adalah faktor lama.

Namun banyak juga yang kuatir dengan dampak yang lebih besar dari algoritma baru ini karena saat ini masih banyak website di halaman pertama yang mempunyai elemen yang menutupi konten utama. Ada juga elemen yang lambat yang membuat pergeseran halaman cukup besar.

Jika faktor-faktor ini menjadi benar-benar penting di dalam algoritma baru Google maka banyak halaman yang akan tersingkir dari halaman pertama.

 

Algoritma Baru Google Page Experience Tahun 2021 untuk Menilai Ranking Situs

Ada banyak faktor yang dipertimbangkan Google untuk me-ranking situs-situs yang ditampilkannya di hasil pencarian. Salah satu yang masuk pertimbangan Google adalah page experience.

  • Google page experience merupakan algoritma baru yang diumumkan oleh mesin pencari populer ini.
  • Menurutnya, algoritma ini akan mulai berlaku di tahun 2021.

Nah, agar kamu siap menghadapi perubahan ini, yuk, pahami seluk-beluknya di artikel kami berikut ini!

 

Apa Itu Google Page Experience?

Page experience adalah salah satu pengukuran oleh Google untuk mengetahui bagaimana pengalaman pengguna ketika berinteraksi dengan sebuah situs web.

Jika aspek-aspek page experience bisa dimaksimalkan, pengguna situsmu bisa berselancar dengan nyaman dari perangkat apapun yang dimilikinya.

Tentu saja, hal ini akan dapat meningkatkan kesuksesan bisnis dalam jangka panjang.

Dilansir dari Google, page experience yang baik adalah yang mampu memudahkan pengguna untuk menemukan apa yang dicarinya atau menyelesaikan suatu tujuan.

Sementara, page experience yang buruk adalah yang mempersulit mereka untuk menemukan suatu informasi di sebuah laman.

Bisa dikatakan bahwa kecepatan load situs saja tidak cukup.

Ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dan dipertimbangkan untuk mewujudkan page experience yang disukai agar ranking situsmu bisa lebih tinggi di SERP.
Faktor-faktor yang memengaruhi Google page experience

Menurut SEMrush, beberapa faktor page experience ini ini sudah lama digunakan. Namun, beberapa di antaranya adalah faktor-faktor yang baru.

 

Ada lima faktor page experience yang penting, yaitu:

  • Core web vitals, merupakan faktor baru yang terdiri dari tiga komponen:
    largest contentful paint (LCP) yang mengukur loading performance
  • First input delay (FID) yang mengukur interaktivitas
  • Cumulative layout shift (CLP) yang mengukur stabilitas visual
  • Mobile-friendly
  • Safe browsing
  • HTTPS
  • mobile popup algorithm/no intrusive interstitials

Faktor-faktor yang disebutkan bisa saja sewaktu-waktu diganti atau penilaiannya berubah tiap tahunnya.

 

Mengapa Google Page Experience Penting?

Pemahaman algoritma baru Google page experience adalah hal yang penting.

Sebagai pengelola situs, kita harus bersiap menghadapi perubahan ini. Pasalnya jika tidak, situs yang dimiliki tidak akan bisa tampil di hasil pencarian utama.

Kalau begitu, akan sulit untuk meningkatkan traffic web dan mengembangkan brand serta penjualan.

Namun, page experience pengguna di laman yang ia temukan lewat Google bukanlah satu-satunya penentu.

Konten yang bagus juga akan masih menjadi aspek penting dari sebuah situs yang disukai pengguna.

Jika sebuah situs memiliki page experience yang bagus serta konten yang berkualitas dan relevan, akan jadi lebih mudah bagi situs tersebut untuk memiliki peringkat tinggi di Google.

Meskipun brand-mu tidak terkenal, kamu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan traffic sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan algoritma ini.

Jadi, tentu saja beradaptasi pada algoritma dan faktor-faktor baru Google ini wajib bisa dilakukan bagi semua bisnis yang memanfaatkan digital marketing.

Update algoritma google terbaru 2021 merupakan pengetahuan wajib bagi seorang master SEO. Google, nyaris tiap tahun mengeluarkan update algoritma yang bersifat major, atau tiap beberapa bulan mengeluarkan update minor.

Hal ini membuat para master SEO, mesti terus bekerja dan berinovasi, mengikuti ketatnya standar dari google yang kian hari, kian tinggi.

Lalu apa yang berubah pada kebijakan SEO google untuk tahun ini dan prediksi tahun depan di 2021?

 

Speed Report Berubah Menjadi Core Web Vitals!

Dari perubahan nama saja: core web vitals, sudah mengandung makna yang mengatakan kalau ini akan menjadi elemen penting pada ranking SEO.

Awalnya, keterangan tersebut hanyalah berupa laporan speed atau kecepatan website anda, tapi kini akan menjadi komponen vital untuk menilai website yang ditetapkan google.

Atau jika dialih bahasa indonesia kan, maka core web vitals merupakan subset bagian vital dari website yang berlaku ke seluruh halaman web, hal ini harus diukur oleh pemilik website, dan akan muncul di alat-alat google.

Masing-masing metriks pada core web vitals merepresentasikan sisi berbeda dari pengalaman pengguna, ini diukur dilapangan, dan merefleksikan pengalaman sebenarnya dari hasil yang berpihak pada pengguna.

Masing-masing metriks itu adalah:

Matriks core web vitals terdiri dari LCP, FID, CLS. Sumber: searchengineland.com

 

Apa definisi masing-masing matriks?

  • LCP adalah Largest Contentful Paint atau mengukur performa pertama kali website dimuat (loading performance). Standar yang diperbolehkan adalah 2.5 detik website harus dimuat dengan sempurna.
  • FID adalah First Input Delay atau mengukur Responsivitas interaktivitas yang harus dibawah 100 ms (mili detik).
  • CLS adalah Cumulative Layout Shift atau kestabilan dalam layout website yang harus dibawah 0.1 skornya.

 

Perubahan ini sudah dapat anda lihat pada google webmaster tools (atau google search console).
Page Experience akan jadi faktor SERP ranking di 2021!

Faktor user interface dan user experience akan makin menentukan pada ranking SERP (Search Engine Result Page).
Faktor Page Experience. Sumber googleblog

Menurut artikel dari google blog, Google akan memiliki parameter sendiri untuk mengukur seberapa berguna website anda kepada pengguna, dan seberapa mudah digunakan website anda.

 

Hal diatas dijelaskan secara rinci pada video dibawah ini:

Dari video diatas, tergambar jelas adanya kesalahan klik pada pengguna, karena ada pop up install bar diatas, yang tadinya ingin klik “No, Go back”, malah kepencet Yes, place my order.

 

Apa yang harus dilakukan agar menjaga atau meningkatkan ranking dalam SEO?

sederhananya adalah ikuti petunjuk google pada google search console, karena semua yang dibutuhkan ada disana! sehingga kita tidak perlu khawatir lagi akan update algoritma google terbaru!

 

Bagaimana Cara Meningkatkan Page Experience?

1. Optimasi kecepatan loading website

  • Semakin cepat situsmu di-load, tentu pengalaman pengguna akan semakin baik.
  • Idealnya, sebuah halaman harus bisa dimuat di desktop maupun smartphone di bawah tiga detik.
  • Selain itu, pastikan juga tidak ada broken page ataupun eror lainnya.
  • Hal-hal ini bisa dicek dengan Google Analytics maupun tools lainnya.

2. Bandingkan dengan kompetitor

  • Membandingkan situs dengan kompetitor adalah hal yang penting.
  • Meskipun kamu merasa memiliki Google page experience yang keren, penting untuk membandingkan situsmu dengan kompetitor.
  • Dengan tool analitik, lakukan analisis terhadap 50 halaman terbaik yang dimiliki kompetitor dan perhatikan user experience-nya.

Adakah komponen atau elemen yang berbeda? Lebih baikkah? Apakah konten mereka lebih berkualitas?

Nah, jika hal-hal ini bisa diidentifikasi, kamu bisa mulai melakukan perbaikan pada situsmu agar bisa bersaing dengan lebih baik.

3. Analisis desain

Analisis desain bukan hanya meliputi seberapa bagus ia tampak, tetapi juga mengetahui isu-isu atau masalah yang dialami pengguna akibat desain.

  • Salah satu cara melakukannya adalah dengan memperhatikan heatmap.
  • Heatmap menunjukkan aktivitas pengguna di sebuah halaman.
  • Dengan begitu, kesulitan-kesulitan pengguna bisa diketahui dengan jelas berdasarkan klik dan scroll yang mereka lakukan.

Demikianlah penjelasan yang bisa kami berikan mengenai Google page experience.

Sudah siapkah kamu menghadapi perubahan algoritma mesin pencari ini di tahun 2021?

Sambil menunggu berlakunya aturan baru tersebut, persiapkanlah situsmu sebaik mungkin.

 

 

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Google Ranking 2021

Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 201 faktor yang mempengaruhi peringkat website di Google? Itulah kenapa persaingan di halaman pertama Google begitu ketat.

Google sengaja memiliki banyak faktor penilaian supaya bisa adil dan mencegah manipulasi.

Namun untungnya, Anda tidak harus memenuhi semua faktor Google Ranking tersebut untuk mendapatkan peringkat pertama. Sebab, 200 faktor Ranking Google itu tidak semua bobotnya sama.

Jadi, Anda lebih baik fokuskan saja strategi SEO pada faktor-faktor utama yang paling mempengaruhi penilaian Google, yaitu:

Kualitas Konten Backlink Search Intent Kecepatan Website Mobile Friendly Domain Authority Optimasi Kata Kunci Struktur Website Keamanan Website User Experience Informasi Bisnis yang Relevan

Faktor Google Ranking Terpenting di Tahun 2021

Algoritma Google selalu diperbarui dan disempurnakan. Jadi faktor Ranking Google utama di bawah ini juga bisa berubah sewaktu-waktu.

Untuk sekarang, 11 faktor ini memang menjadi yang utama. Namun, jika ada perubahan di masa depan, kami akan memperbarui artikel ini secepatnya.

  1. Kualitas Konten

Di tahun 1996 silam pendiri Microsoft Bill Gates pernah berkata, “Content is King.” Dan 24 tahun kemudian, perkataan beliau itu masih berlaku. Di mata Google, konten adalah Raja yang harus diutamakan.

Konten yang berkualitas tinggi akan mendapatkan peringkat tinggi pula di hasil pencarian Google. Saking pentingnya, jika website memenuhi kebanyakan faktor di artikel ini tapi kontennya asal-asalan, website tersebut tetap tak akan mendapatkan peringkat satu.

Sebab, faktor kualitas konten ini bisa dikatakan berhubungan erat dengan misi Google. Google diciptakan dengan tujuan untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan mudah diakses oleh semua orang. Kalau kontennya asal-asalan, berarti tidak akan bermanfaat, bukan?

Maka dari itu, saat Anda membuat konten, perhatikan beberapa hal ini:

Kelengkapan Konten

Konten yang lengkap itu tak harus panjang karena tak ada aturan baku mengenai jumlah katanya. Ada yang mengharuskan minimal 2.500 kata, ada juga yang 1.890 kata. Namun, satu hal yang pasti: konten yang lengkap itu membahas topik tersebut dengan mendalam.

Misalnya, orang mencari dengan kata kunci “daftar film terbaik.” Sudah jelas kalau ia ingin mengetahui apa saja film terbaik yang pernah dibuat, kan?

Masih dengan contoh yang sama. Agar konten lengkap, usahakan Anda tak hanya memberikan daftar film saja tapi juga informasi lain terkait masing-masing film.

Mulai dari siapa sutradaranya, daftar pemain, budget, pendapat box office, penghargaan yang dimenangkan, review singkat Anda dan lain sebagainya.

Selain itu, jika website lain hanya memberikan daftar 10 atau 15 film, Anda bisa memberikan 20, 25, atau berapapun film asal lebih banyak. Dengan begini, konten Anda lebih lengkap dan mendalam dibandingkan para website pesaing.


Konten yang Update

Faktor Ranking Google yang satu ini sebenarnya tergantung dari website dan kata kunci yang dicari.

Misalnya, website Anda adalah website berita. Berarti konten yang Anda muat merupakan berita yang infonya harus selalu update.

Contohnya, update jumlah korban kecelakaan, skor pertandingan di menit tertentu, dan lain sebagainya. Sehingga pencari selalu mendapatkan berita terbaru setiap ia mencari dengan kata kunci tersebut.

Namun, berbeda lagi jika jenis konten yang dicari bukan berita, melainkan panduan atau daftar rekomendasi. Misalnya saja, “cara memakai dasi.”

Nah, seperti yang Anda tahu, bentuk dasi tidak banyak berubah dan cara memakainya juga sama saja sejak dulu. Sehingga panduan dari tahun berapapun bisa menghiasi puncak Google.


Hal yang sama juga berlaku pada konten rekomendasi atau listicle. Misalnya kata kunci “kipas angin terbaik.” Google tahu bahwa perusahaan kipas angin tidak mengeluarkan produk baru setiap hari. Sehingga rekomendasi dari beberapa bulan/tahun yang lalu juga sama bagusnya.


Akurasi Konten

Buat apa konten panjang, terbaru, tapi ternyata menyesatkan/hoax belaka. Bayangkan saja ada pengguna yang mencari “presiden pertama Indonesia” dan yang muncul adalah Atta Halilintar. Bisa-bisa pengguna meninggalkan Google dan lari ke mesin pencari lain.

Apalagi jika kata kunci yang dicari berhubungan dengan nyawa orang, seperti “dosis lansoprazole.” Jika Google salah menampilkan dosisnya dengan tepat, bisa-bisa pengguna overdosis atau tidak sembuh-sembuh dari penyakitnya.

Maka dari itu, Anda harus membuat konten yang isinya fakta dan jangan coba-coba menipu Google atau pengguna. Sebab, Google menggunakan algoritma canggih seperti Knowledge Graph dan SEO Database untuk mendeteksi konten menyesatkan di hasil pencariannya.


Struktur Konten

Tak sedikit pemilik website yang meremehkan struktur konten di websitenya. Padahal, pengunjung akan muak jika konten berantakan karena mereka tak bisa mendapatkan info yang dicari dengan mudah. Dengan begini, konten sama saja sia-sia dan tak bermanfaat bagi pengunjung.

Jadi, saat Anda membuat konten wajib untuk memperhatikan strukturnya. Umumnya, artikel dibagi menjadi tiga bagian: pembuka, isi, dan kesimpulan.

Jangan sampai Anda kebalik-balik memasukkan pembahasan di masing-masing bagian, ya. Sebab, itu benar-benar akan membuat pengunjung Anda kebingungan.

Selain itu, Anda bisa menggunakan headings dan subheadings (H2, H3, H4, dan seterusnya) jika poin pembahasan masih sama.

Jangan lupa juga untuk memanfaatkan bullets point jika Anda menjelaskan beberapa hal sekaligus. Apalagi, bullets point itu juga bisa memperbesar kesempatan Anda ditampilkan di cuplikan pilihan (featured snippet) seperti di bawah ini, lho:

  1. Backlink

Backlink adalah link yang dipasang di website lain yang mengarah ke website Anda sendiri. Semakin banyak backlink, semakin website Anda itu dianggap penting, bermanfaat, dan bisa dipercaya.

Sebab, website lain tak ragu menjadikan Anda sebagai panutannya. Walau Anda kompetitornya sekalipun. Inilah kenapa backlink menjadi salah satu faktor utama Google Ranking.

Namun, Anda harus berhati-hati dengan backlink. Seperti konten, backlink juga haruslah berkualitas tinggi. Jadi, Anda tak bisa sembarangan saja menerima backlink dari website yang asal-asalan.

Backlink Anda haruslah relevan dan berasal dari website terpercaya dengan trafik stabil. Tak apa jumlah backlink sedikit, asalkan berkualitas. Daripada backlink asal-asalan dari website tak jelas yang tidak nyambung sama sekali.

Jika Anda ingin tahu cara mencari backlink berkualitas, kami sudah menuliskan panduannya di → Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas untuk Website

  1. Search Intent

Singkatnya, search intent adalah apa yang sebenarnya dicari oleh pengguna tersebut di Google. Jika pengguna mencari “tips ternak lele” berarti ia mencari tips/panduan cara ternak lele yang baik dan benar. Bukannya mencari mengenai sejarah dan asal-usul kenapa ternak lele ada di Indonesia.

Atau saat pengguna mencari “beli kucing import” berarti ia sedang mencari website yang menjual kucing import karena ia ingin membelinya. Bukannya mencari cara untuk menyelundupkan kucing import dari luar negeri.

Kalau sudah salah kaprah begitu, Google tak akan memberikan posisi puncak untuk Anda. Sebab, konten Anda tak bermanfaat dan tidak memenuhi kebutuhan pengguna.

Maka dari itu, setiap Anda hendak membuat konten, pastikan pembahasannya sesuai dengan search intent pengguna. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melakukan riset kata kunci terlebih dahulu. Kami juga sudah menuliskan panduannya di → 9 Cara Riset Keyword Akurat untuk Blog dan Website.

  1. Kecepatan Website
    Siapa yang tidak sebal kalau mengklik suatu website di hasil pencarian Google, tapi websitenya tak kunjung terbuka? Padahal, pengguna tersebut ingin segera mendapatkan jawaban karena berniat impress gebetan dengan rayuan gombal dari Google.

    Google paham betul akan hal ini. Google sadar bahwa orang-orang ingin mendapatkan informasi yang cepat dan tak mau berlama-lama melihat ikon loading berputar. Jadi, Google akan memprioritaskan website cepat di hasil pencariannya. Maka dari itu, jika website lambat, segeralah Anda perbaiki dengan mengikuti panduannya di ebook gratis di bawah ini:

Siapa yang tidak sebal kalau mengklik suatu website di hasil pencarian Google, tapi websitenya tak kunjung terbuka? Padahal, pengguna tersebut ingin segera mendapatkan jawaban karena berniat impress gebetan dengan rayuan gombal dari Google.

Nah, Google paham betul akan hal ini. Google sadar bahwa orang-orang ingin mendapatkan informasi yang cepat dan tak mau berlama-lama melihat ikon loading berputar. Jadi, Google akan memprioritaskan website cepat di hasil pencariannya.

Maka dari itu, jika website lambat, segeralah Anda perbaiki dengan mengikuti panduannya di ebook gratis di bawah ini:
ebook kecepatan website

  1. Mobile Friendly

Zaman sekarang, smartphone merupakan aspek yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Bahkan, 52.2% trafik website itu berasal dari perangkat mobile, lho.

Jadi, bukan suatu hal yang mengejutkan kalau di tahun 2018 lalu, Google menerapkan algoritma baru, yakni Google Mobile First Index.Algoritma tersebut lebih mengutamakan performa website di perangkat mobile daripada di komputer.

Artinya, website yang berat dibuka dan mempunyai tampilan yang berantakan saat diakses lewat smartphone, peringkatnya akan terjun bebas. Bahkan, Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada halaman satu Google.

Oleh karena itu, buat website Anda menjadi ramah untuk smartphone dengan menerapkan → Cara Membuat Website Mobile Friendly dalam 11 Langkah

  1. Domain Authority

Bisa dikatakan kalau Domain Authority (DA) adalah cara Google menilai reputasi dan keahlian suatu website mengenai topik yang dibahas. Dengan kata lain, semakin tinggi nilainya (0 – 100), semakin Google percaya bahwa Anda memang ahli di topik tersebut dan bisa memberikan konten yang berkualitas.

Hasilnya, website dengan nilai tinggi kemungkinan posisinya juga akan lebih tinggi di hasil pencarian. Sama dengan saat di sekolah di mana siswa yang mendapatkan nilai bagus, lebih memungkinkan untuk mendapatkan rangking 10 besar.

Lalu, bagaimana meningkatkan nilai DA ini? Pertanyaan bagus! Anda bisa menemukan jawaban lengkapnya di → Cara Cek DA PA Blog & Cara Meningkatkannya

Oh ya, untuk melihat nilai DA website Anda bisa menggunakan tools seperti Ahrefs atau Moz.

  1. Optimasi Kata Kunci

Orang mencari sesuatu di Google menggunakan kata kunci tertentu. Sehingga lumrah kalau kata kunci menjadi faktor yang mempengaruhi peringkat website di Google. Maka dari itu, Anda harus memastikan bahwa konten yang diterbitkan sudah dioptimasi kata kuncinya.

Optimasi kata kunci ini dikenal juga dengan SEO On Page. Di mana Anda tak hanya memasukkan kata kunci di dalam konten saja. Melainkan juga pada meta description, gambar, title tags, dan masih banyak lainnya.

Tenang saja, tidak sulit untuk melakukannya, kok. Anda tinggal ikuti saja panduan lengkapnya di → 15 Langkah Optimasi SEO On Page untuk Website dan Blog

  1. Struktur Website

Selain struktur konten yang sudah dibahas di atas, struktur website ternyata juga menjadi faktor utama Google Ranking, lho.

Kenapa demikian? Sebab, struktur yang rapi memudahkan Googlebot untuk melakukan proses indexing di website Anda.

Singkatnya, Googlebot adalah web crawler yang bertanggung jawab untuk memasukkan website Anda ke database Google. Sehingga website Anda akan muncul di hasil pencarian saat pengguna mencari kata kunci tertentu di Google. Nah, proses ini dinamakan indexing.

Dari penjelasan di atas bisa Anda lihat bahwa proses indexing adalah hal yang sangat penting. Jadi, jangan sampai Googlebot kesulitan saat melakukan pekerjaannya di website Anda. Siapa juga yang tidak muak kalau pekerjaannya dipersulit?

Nah, untungnya, kami sudah menuliskan artikel mengenai masalah ini. Jadi, Anda bisa bernafas lega. Anda bisa mengikuti panduannya di → 9+ Cara Mudah Agar Website Cepat Diindeks Google

  1. Keamanan Website

Kejahatan cyber semakin merajalela dari hari ke hari. Bahkan, ada sekitar 90 ribu serangan hacker di WordPress setiap menitnya, lho.

Jadi, tak heran kalau Google menjadikan keamanan sebagai faktor yang mempengaruhi peringkat website sejak tahun 2014 silam. Google tak mau menampilkan website yang tidak aman di posisi atas karena sama saja menyuruh pengguna masuk ke kandang buaya.

Anda bisa mengecek apakah ada celah keamanan di website dengan tools yang sudah kami sebutkan di → Segera Cek Keamanan Website dengan 20+ Tools Gratis Ini! Atau jika ragu dengan keamanan website Anda, langsung terapkan saja cara-cara yang kami jelaskan di ebook gratis ini:
ebook keamanan website

  1. User Experience

User experience (UX) adalah bagaimana pengalaman pengunjung berinteraksi dengan website Anda. Apakah pengunjung merasa kesulitan saat mencari apa yang ia butuhkan? Atau interaksinya berjalan lancar dan mereka dengan mudah menemukannya?

Nah, bisa Anda tebak bahwa website dengan UX yang buruk tidak akan diprioritaskan Google di posisi atas hasil pencarian. Sebab, website tersebut menyulitkan pengunjung dan membuat mereka frustasi.

Lalu, bagaimana Google bisa tahu mana website dengan UX yang bagus dan yang buruk? Apakah pengguna melaporkannya ke Google?

Tidak, bukan seperti itu. Melainkan, Google menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang canggih bernama RankBrain.

RankBrain ini menilai UX website Anda berdasarkan tiga faktor:

CTR CTR (click-through-rate) adalah persentase berapa banyak orang yang mengklik website Anda di hasil pencarian Google. Misalnya, website Anda muncul di Google 1000 kali dengan kata kunci “anak kucing”, tapi hanya di klik pencari 100 kali saja. Nah, berarti CTR Anda adalah 10%. Google menganggap CTR yang tinggi adalah tanda bahwa website tersebut itu relevan dan solutif bagi para pencari.

Maka dari itu, tingkatkan CTR Anda dengan mengikuti panduannya di → 5 Rahasia Meningkatkan CTR Bounce Rate Singkatnya, bounce rate adalah persentase orang yang langsung meninggalkan website Anda setelah membuka satu halaman tanpa melakukan interaksi apapun. Sekedar mengklik menu atau link satu pun juga tidak.

Nah, berkebalikan dengan CTR, bounce rate yang tinggi justru menunjukkan hal yang buruk. Semakin tinggi persentase bounce rate Anda berarti kualitas konten di halaman tersebut sangat rendah. Entah karena tak sesuai search intent, tidak update, menyesatkan, atau alasan yang lain. Kalau sudah begitu, Google tak akan memberikan posisi puncak karena website Anda tidak bermanfaat dan tak relevan.

Maka dari itu, turunkan bounce rate di website Anda dengan mengikuti panduan di → 9 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website dan Blog Dwell Time Dwell time adalah berapa lama waktu yang dihabiskan pengunjung di website Anda setelah mengkliknya dari hasil pencarian Google. Semakin tinggi dwell time, semakin baik.

Yup, dwell time hampir mirip dengan bounce rate di atas. Bedanya, bounce rate fokus di satu halaman saja, sedangkan dwell time di seluruh website Anda. Untuk meningkatkan dwell time, Anda bisa mengubah website menjadi lebih user friendly. Bagaimana caranya? Anda bisa menerapkan tips di → 11+ Kriteria Website User Friendly

  1. Informasi Bisnis yang Jelas dan Konsisten
    ilustrasi informasi bisnis yang konsisten juga mempengaruhi ranking google

Faktor Google Ranking terakhir ini berlaku khusus bagi Anda yang mempunyai bisnis online. Google meranking brand yang ia anggap paling kredibel, terpercaya, dan relevan di hasil pencariannya.

Jadi, semakin jelas dan konsisten informasi terkait bisnis Anda di internet, semakin Google akan memprioritaskannya.

Faktor Ranking Google yang satu ini disebut juga dengan Local SEO dan setidaknya ada tiga hal yang harus Anda perhatikan:

Nama, alamat lengkap, dan nomor telepon yang sama saat ditampilkan di berbagai tempat; Sudah mendaftar dan melengkapi profil di Google Bisnisku; Memiliki ulasan konsumen di Google dan website review lainnya;


Segera Fokuskan Strategi SEO Anda Sesuai dengan Faktor Google Ranking di Atas!

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda jadi bertanya-tanya:: “Sebenarnya SEO itu untuk menyenangkan Google atau pengguna, sih?”

Jawabannya, untuk menyenangkan kedua-duanya.

Google dan penggunanya harus lah bahagia agar website Anda bisa berada di puncak.

Meski begitu, Anda tetap harus memprioritaskan pengguna. Kenapa? Ingat tujuan Google diciptakan: untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan mudah diakses oleh semua orang.

Terdengar sulit? Mungkin saja. Namun tenang saja, semua jerih payah, waktu , dan tenaga yang Anda keluarkan akan terbayarkan dengan manis di akhir.

Bahkan, tak berlebihan mengatakan kalau mendapatkan posisi nomor satu di Google itu bagaikan menemukan jin dalam botol yang bisa mengabulkan semua permintaan.

Anda ingin website terkenal? Bisa! Ingin bisnis online laris manis? Tentu bisa! Ingin pendapatan AdSense ratusan juta? Jelas bisa!Maka dari itu, segera fokuskan strategi SEO Anda sesuai dengan 11 faktor Google Ranking mulai dari sekarang.

/ Blog

Share the Post

About the Author

SOLODESAIN.CO.ID merupakan jasa pembuatan website dan toko online (Online Shop) di Solo dengan desain web yang profesional. Layanan kami meliputi desain website perusahaan, jasa desain website instansi pemerintah, jasa web desain sekolah, jasa pembuatan website personal, pembuatan toko online dan Jasa SEO di Solo.

Comments

Comments are closed.

× Butuh Info Silahkan Chat WA
Read more:
Jasa SEO Murah Jasa Optimasi Website Toko Online Murah

Jasa Optimasi Website – Solo Desain Merupakan penyedia Jasa Optimasi Website / SEO di indonesia yang memberikan layanan SEO terbaik...

Close